PAHLAWAN UNTUK KU


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nenek ku, yakni ibu dari ibuku orang yang melahirkan ibuku, juga pahlawan untuk ku.
Nenek yang selalu menjaga dan merawat ku dan selalu membela ku disaat apapun itu, nenek yang biasa ku sebut uwan itu yang kini sudah jauh dari ku. Orang yang selalu membela ku disaat aku salah, dan selalu menyayangi ku dikala apapun itu. Disini aku bercerita tentang nenek ku yang selalu ada dan selalu mensupport apapun yang aku lakukan, knapa aku tidak menceritakan kakek ku sebab dari aku lahir aku tidak pernah bertemu dengan beliau, jadi aku hanya punya nenek sekaligus kakek bagiku. 
Nenek ku bernama nurani, yang saat ini sudah berbeda alam dengan ku,

Tepat di bulan puasa kemarin pada tanggal 21 Mei 2020, beliau meninggal kan kami semua, sedih, duka, kehilangan semuanya tercampur menjadi satu, yaitu dimana hari kehilangan sosok yang sangat berarti bagi saya yang sekarang sudah tiada lagi ocehan, marahan, dan kata-kata motivasi dari beliau. Beliau selalu ada disaat aku butuh apapun dan beliau juga yang selalu membela ku disaat apapun itu, memang benar kata orang kalau nenek adalah orang yang paling menyayangi kita, dan sekarang sudah tidak lagi beliau sudah pergi jauh meninggalkan kami semua.
Nenek ku lahir pada tanggal 5 Juli 1957, nenek ku memiliki tubuh yang besar dan juga tinggi, beliau keseharian nya hanya menanam padi, kalau saat padi nya itu siap panen dan ketika ia berada di Pontianak beliau bakalan gelisah dan pengen untuk pulang, kata nya kalau dia tidak bekerja atau melakukan aktivitas ia bakalan ngerasakan tidak enak, aku juga tidak tahu apa maksud nya, yang pasti dia harus melakukan aktivitas apapun itu.
Beliau tidak tinggal bersama saya akan tetapi ia tinggal bersama kakak dari ibu saya yakni dikampung. Ibu saya memiliki 4 saudara yakni 1 laki-laki dan 3 perempuan, ibu ku anak ke 3 jadi nenek ku hanya datang ke rumah ku hanya 1 bulan sekali atau 2 bulan sekali dan itu pun tidak lah lama, disana ada dua orang anak dari nenek ku yaitu anak pertama yang biasa aku panggil paklong dan anak kedua yang biasa aku panggil Makngah, nenek ku tinggal serumah dengan anak keduanya, selain kedua anak kandung nya yang disana ada juga anak tirinya, kenapa aku sebut anak tiri? Sebab kakek ku dulu punya 3 istri istri pertama mempunyai 2 anak satu di Malaysia dan satu lagi di kampung tinggal berdampingan dengan rumah Makngah ku, istri kedua kakek ku tidak mempunyai anak, istilahnya sebatang kara tapi aku juga sangat menyayangi nya, dan istri ketiga kakek ku yakni nenek ku yang mempunyai 4 orang anak, 9 orang cucu, dan 1 cicit.
Belum lama beliau meninggalkan kami aku mendapat kan mimpi, dan beliau berkata "aku pulang duluan dan nanti kalian menyusul yaa, jangan sampai Kalian tidak menyusul" dan aku mengerti maksud nya bahwa dia pergi duluan meninggalkan kami dan suatu saat nanti kita semua akan menyusul nya.
Sekarang aku akan ceritakan awal kejadian sebelum beliau meninggal kan kami semua, semua itu berawal dari acara orang kawinan, nenek ku memang suka masakin untuk acara orang akan tetapi tidak dengan ini, ibu ku sudah melarang nya untuk jangan masakin orang, tapi dia berbohong dan masih untuk masakin orang itu memang si yang buat acara itu juga keluarga aku, tapi nenek ku sering sakit jadi maksud ibu ku berhenti lah untuk makasakin orang. Disaat itu la beliau pun sakit berawal dari Demam panas tinggi yang akhirnya di bawa ke Pontianak, tapi bukan kerumah aku tapi kerumah adik nya ibuku, beliau datang pagi lalu pas malamnya beliau dibawa kerumah sakit sebab sudah tidak mampu lagi, kata dokter nenek ku sama sekali tidaklah ada penyakit hanya saja dia terkena demam berdarah tapi baru gejalanya, dimalam itu banyak sekali musibah yang datang.
Nenek ku selama dirumah sakit selalu meracau dan menyebut nama ibu nya, kami semua sudah takut akhirnya dibacakan Yasin dan beliau pun agak tenang. Beberapa Minggu dirumah sakit akhirnya beliau pun keluar, dia tidak mau tinggal dirumah adik ibuku dia ingin tinggal di rumah ku, disaat itu tingkah laku nya pun berubah, yang aku kenal sangatlah bijak dalam berkata kini seperti anak kecil(mungkin itu tanda-tanda) 
Seminggu kemudian dia minta pulang akhirnya pulang, 2 Minggu kemudian kami pulang kesana  untuk melihat nya, akan tetapi dia ingin memaksa untuk ikut kami sampai dia menangis, akhirnya dia ikut pulang bersama kami.
Sekitar tiga Minggu sebelum lebaran, sebab waktu itu bukan puasa dia kesakitan di perut nya, emang betul perut nya itu membengkak, dan hampir lagi beliau untuk pergi sebab nafasnya sudah tidak tentu, beliau dirawat oleh ibuku sampai dia agak sembuh, setelah itu dia minta pulang ke kampung dan beliau memaksa agar ibuku yang mengantarkan nya, sampai beliau nangis, karna ibu ku tidak tega akhirnya ibu ku ikut mengantar nya.
Setelah seminggu sebelum lebaran beliau kembali kesakitan perut nya, selama hampir seminggu beliau tidak membukakan mata dan tidak Ngomong. Disaat 3 hari sebelum lebaran pas tepat anak bungsu nya datang dan memanggil nya kira-kira satu jam beliau pun menghembuskan nafas terakhir nya, dan saya tidak ada disitu, orang yang berarti buat saya pergi meninggalkan saya.  saat itu kami semua pergi pulang kampung sebab saat itu juga ingin dimakan kan.
Dan semenjak hari itu gairah ingin pulang kampung itu tidak ada lagi, semua berada sepi, kosong dan ada yang janggal, terkadang kalau pulang Kesana ada yang cari kini sudah tidak ada, dan tahlilan pun terasa bukanlah tahlilan untuk beliau. Dan sampai sekarang aku masih belum menyangka kalau dia sudah benar-benar pergi untuk selamanya.
Saya berharap semoga nenek tenang disana, walaupun kami disini sangat merindukanmu seseorang paling terhebat bagi ku setelah orang tua ku, orang yang aku anggap istimewa di hidupku, dan orang yang aku anggap pahlawan untuk ku.
Terimakasih atas kasih sayang mu selama 17 tahun ini, aku sangat merindukanmu dan hanya surah Al-fatihah dan doa-doa ku untuk mu, dan aku akan berjanji sesuai keinginan mu aku akan menjadi orang yang sukses serta membanggakan kan kedua orang tua ku, akan selalu aku ingat nasihat, ocehan, dan semua motivasi mu walau terkadang aku pun melanggar nya, tapi disini aku harap engkau bisa mendengar kan semua dari isi hati ku, kalau sekarang aku sangat benar-benar merindukan.
I love you grandmother ❤️

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh